Malam larut lelapkan insan dalam mimpi-mimpinya.
Kucoba tanyakan pada diriku:
" Mengapa aku begini?"
" Mengapa aku dibenci?"
" Mengapa harus aku yang jalani?"
" Apa sebenarnya mau mu ibu?"
Aku lelah dengan semua ini.
Aku hampir putus asa dengan kehidupan ini.
Aku dibuai mimpi-mimpi yang tak mungkin terjadi.
Ibu ...
Ku tahu engkau seorang ibu yang punya hati nurani.
"Tapi kenapa?"
"Kenapa engkau terlalu membenci aku?"
Menyalahkanku dalam setiap masalah yang muncul dikeluarga kita. Masalah yang selama ini tidak ku perbuat tapi kutanggung akibatnya.
Ibu ...
Aku rindu kasih sayang, kehangatan, dan lindunganmu dalam menghadapi hidup ini.
Tapi, Itu semua ibarat mimpi, mimpi yang selalu membuatku tertekan akan sikapmu terhadapku.
Mimpi yang terkadang ingin membuatku pergi jauh dari sisimu.
Ibu ...
Sikapmu terhadapku selama ini meninggalkan seribu tanda tanya dibenakku.
Ibu ...
" Akankah suatu saat nanti engkau merindukan kehadiranku dalam hidupmu?"
Seperti aku, aku yang selalu merindukan kehangatan kasih sayangmu dalam setiap detik langkah kakiku.
Ibu ...
Aku ingin merasakan kehidupan yang layak seperti mereka.
Berada disamping seorang ibu yang selalu siap membimbing anaknya. Kusadari mungkin akulah yang telah membuat mu benci pada diriku.
Karna engkau pernah berkata padaku dulu:
" Kehadiranku dalam keluarga telah membuat ibu dan bapak berpisah". Aku memang tidak mengerti dengan kata-kata itu ibu.
Tapi, karena kata-kata itulah aku merasa tersisih dalam keluarga.
Ibu...
Aku terlalu sayang pada dirimu.
Aku ingin bersamamu.
Ibu ...
Berikan ketenagan buat jiwaku.
Biarkan kujalani hidup yang cuma sebentar ini.
Karna kita tidak pernah tahu kapan, kita akan menutup mata untuk yang terakhir kalinya.
Ibu ...
Aku tahu engkau tidak menyukaiku.
Tapi ketahuilah ibu, Dirimu akan selalu ada dihatiku, Mengiringi setiap langkah dan tangisan kerinduanku pada mu.
Ibu ...
Aku butuh kasih sayangmu.
Dan aku kan selalu membutuhkanmu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar