Senin, 02 Agustus 2010

KIsah ku : Aku dan Skripsi ku


Kesel, marah, benci dan entah apa lagi namanya. Aku benar-benar merasa dipermainkan oleh dosen ku.
Mengapa semua ini berjalan sesuai aturannya. Apakah dia tidak punya hati?

Ya Allah, Rasanya sudah tak sanggup lagi kulalui semua ini.
Sebentar lagi, mungkin aku akan melihat mimpi-mimpi ku hancur dihadapan ku.
Perjuangan apa lagi yang mesti aku lakukan untuk memperjuangkan semua itu.
Mimpi ku telah terkubur bersama semangatku yang menghilang entah kemana.


Terlalu sakit untuk ku menjalani semua ini.

Ditangga ini, semua perasaan ku telah mati.
Melihat mereka (teman-teman ku) bersenandung riang menantikan wisudanya.
Apa yang dapat aku lakukan saat ini.
Sedihkah aku? atau bahagiakah aku melihat mereka?.
Aku benar-benar tak tahu lagi membedakan keduanya.


Semua hampa.....
Berjalan tanpa aturan,
Tanpa arah,
Tanpa keinginan,

Semua seperti hilang,
Aku, jiwaku, semangatku, dan juga masa depan ku.
Ibarat menemukan sesuatu yang baru dari diri ku namun aku tak mengenalinya.

Salahkah aku?
Tidak,
Aku tidak terlalu salah dalam hal ini.
Semua telah aku jalani sesuai aturannya.
Namun apa,
Dia, dia yang telah menyimpang dari aturan itu.
Ini semua dimulai dari dia.
Dia yang menghilangkan skripsiku.
Dia yang menunda-nunda waktu konsulku.
Dia yang memberikan janji-janji yang tak pernah ditepatinya.
Lalu aku harus akui akulah yang salah?

Sudahlah,
Aku terlalu lelah buat memikirkannya.
Memikirkan sesuatu yang tiada pasti akan nyata.
Air mata ini bukan apa-apa. Hanya tangisan kegundahanku saja.
Lupakan,
Itu akan lebih baik.
Ku ikuti aturanmu.
Dan kau, kau boleh jadi raja saat ini.
Namun nanti, setelah semuanya selesai.
Aturan ini akan kau mainkan sendiri.

Thank's buat semuanya.
Kau tlah ciptakan moment baru dalam hidup ku.
Dan moment ini takkan pernah tergantikan dalam sejarah perkuliahanku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar