Senin, 02 Agustus 2010

Coretan untuk Teman Kecil Ku


Dunianya yang hilang, agannya yang tak tercapai, perjalan hidup bagai mimpi buruk yang akan selalu dijalaninya. Ia tak peduli terik dan debu menghampiri wajahnya. Baginya mendapatkan sesuap nasi adalah tujuan utamanya. Pakaiannya yang kumal dan tak terganti membuat orang jijik melihatnya. Senyumnya hilang bersama lelah yang dirasakannya. Pakaian sekolah dan cita-cita seolah menjadi mimpi yang terlalu sulit untuk digapai. Hanya kekuatan yang mendorong kaki-kaki kecil itu terus melangkah. Masih seperti kemarin, tak ada senyum dibibirnya. Ia seakan lupa dengan dunianya, dunia yang seharusnya dijalaninya, dunia yang akan selalu diingatnya kelak bila ia telah dewasa. Dunia itu tak lain adalah dunia anak-anak. Matanya yang indah tak lagi terlihat teduh. Seperti seorang pencopet matanya bergerak liar kesana kemari mencari mangsa. Namun siapa yang peduli……….???. Mereka asyik menikmati sepotong roti dengan segelas susu sapi. Dan karena susu sapilah akhirnya mereka kehilangan hati nurani. Kekayaanmu bukanlah milikmu yang abadi, kekayaanmu tersimpan hak anak negeri, kekayaanmu tak lebih hanya titipan dari Ilahi. Maka bersyukurlah, karna engkau dipercayai dalam hal ini. Hujan datang mengguyur tubuh mungil yang kurus kering. Bibirnya pucat tubuhnya menggigil, nada suaranya bergetar tatkala berbicara. Namun sedikit menunduk tatkala orang melihatnya. Kadang terlihat senyum sinis dari mereka yang ada didekatnya. Mereka yang sama-sama menanti hujan reda diemperan toko dengan angkuhnya. Sadarkah mereka bahwa bocah mungil disampingnya itu adalah bocah yang hanya menjalani hidup, hidup yang tak pernah memihak padanya tapi memihak pada mereka yang angkuh itu. Andai bocah itu bisa memilih, kan ia pilih tuk tinggal diistana, bukan gubuk yang berdindingkan kardus dan beralaskan tanah yang hanya tertutupi oleh sepotong kain lapuk yang hampir robek. Menarilah bocah-bocah kecil, karna tak ada yang mengerti dengan tarian kalian. Tertawalah dalam penat kelelalahan mu, karna aku ada disini untuk melihat tarian kalian. Karna aku ada disini untuk tersenyum bersama kalian. Dan ingat satu hal teman kecil ku, ini bukan akhir dari segalanya. Nyakinlah, Allah pasti akan memberikan yang terbaik buat kalian. Hanya itu semua butuh waktu yang tak bisa kita tentukan. Tersenyumlah teman kecilku………… karna aku akan selalu menemanimu disini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar