
Bagaimana mungkin, aku bisa mendoakan kamu.
Sementara ada rasa sakit yang terasa di hati ini.
Bagaimana mungkin, aku bisa mendoakan kamu.
Sementara ada kebimbangan dan kekecewaan yang terasa.
Bukan kejam, hanya saja aku tak bisa.
Maaf kalau kamu kecewa.
Tak ada sedikit pun maksud ku mengecewakan mu.
Tapi kali ini tolong mengerti alasan ku ini.
Lakukan apa yang ingin kamu lakukan.
Termasuk untuk pindah dari negeri ku ke negeri mu.
Bukan aku tak peduli, tapi ini sering kali terjadi.
Pada akhirnya semua menghilang dari sisi ku.
Jangan menyerah hanya karena alasan ku.
Aku hanya tak ingin membuat mu berubah dengan kehadiran ku.
Mungkin, disana banyak orang membutuhkan mu.
Namun bukan berarti aku tak membutuhkan mu.
Hanya karena rasa sayang itulah aku diam.
Hanya karena aku tunangan kamulah aku diam.
Karna posisi itu masih terlalu lemah untuk ku meminta mu tinggal.
Dan karena posisi itu juga aku masih terikat perasaan.
Jika kepergian mu adalah yang terbaik buat hidup mu.
Maka pergilah, aku tak apa tinggal sendiri.
Jika kepergian mu adalah yang terbaik untuk mu.
Pulanglah kenegeri mu, karna soal jodoh Allahlah yang mengaturnya.
Kalau suatu saat nanti kita bertemu, itu tandanya kita berjodoh.
Tapi kalau kita tidak bertemu lagi, itu tandanya kita tidak berjodoh.
Pesan ku satu untuk mu:
“Jadilah imam bagi keluarga mu kelak.
Saat Allah memberi mu petujuk untuk mengetahui siapa jodoh mu sebenarnya.”
Namun jika aku adalah jodoh mu.
Jadilah imam bagi ku dan juga anak-anak ku kelak.
By: Sweety (~_~)*
(28 Mei 2012)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar